Algonz Social Responsibility

Merupakan program kerja dari Keluarga Mahasiswa Katolik yang merupakan salah satu UKM Kerohanian di Universitas Airlangga. Program kerja ini sudah berjalan lama dan pada tahun 2016 Algonz Social Responsibility mengambil tema “Sharing for Caring”. Tema ini diambil untuk melatih kepedulian kepada anak-anak sedini mungkin dalam berbagi dengan lingkungan dan teman-temannya yang didasarkan pada kasih dan tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya karena dewasa ini banyak sekali orang yang sudah tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Kegiatan ini berjalan pada tanggal 18 Desember 2016 yang diadakan di Sanggar Merah Merdeka milik Yayasan Kasih Bangsa

 

Acara ini diawali dengan permainan ringan untuk anak-anak yang dipimpin oleh panitia yang merupakan mahasiswa dari Universitas Airlangga. Anak-anak terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti permainan ringan tersebut. Setelah melakukan permainan ringan anak-anak diberikan suguhan teater boneka yang ditampilkan oleh mahasiswa dari Psikologi Universitas Airlangga. Teater boneka menampilkan tentang impian dan cita-cita supaya anak-anak tidak takut untuk bermimpi besar dan berusaha untuk menggapai mimpi mereka dengan belajar yang rajin dan terus berdoa.

 

Setelah disuguhkan dengan teater boneka anak-anak yang mendapatkan tugas dari momo untuk bermain dengan teman-teman panitia yang lain dalam bentuk pos. Dalam hal ini terdapat 3 pos, pada masing-masing pos terdapat nilai-nilai yang terkandung. Pada pos 1 mengajarkan rasa saling percaya kepada teman dan bekerjasama untuk mencapai tujuan, pada pos 2 terkandung nilai persaudaraan dengan cara saling melindungi dalam rangkulan kasih untuk tetap bertahan bersama, pada pos yang ke 3 kami lebih menekankan nilai ketangkasan dan kesabaran untuk memasukkan bola ping pong ke dalam keranjang.

Pada pos 1 nama permainannya adalah “Kereta Buta” di mana anak-anak diminta untuk menutup mata, dan anak yang paling belakang akan memandu teman-teman di depannya untuk melewati rute sampai ke tempat tujuan bersama. Selanjutnya di pos 2, anak-anak diminta untuk masuk dan menginjak koran yang disediakan, para panitia akan menyanyikan sebuah lagu dan apabila lagu berhenti koran akan diambil satu per satu, dan pada akhirnya bagaimana anak-anak akan tetap bertahan dalam satu koran yang tersisa. Pada pos 3 yaitu pos yang terakhir, di sini anak-anak diminta untuk memindahkan bola ping-pong di dalam pipa untuk dimasukkan ke dalam keranjang.

Setelah puas bermain pos, anak-anak diajak oleh panitia untuk menuliskan harapan pada secarik kertas. Banyak sekali harapan yang tertulis dari anak-anak, contohnya ada yang ingin menjadi tentara, polisi bahkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Indah sekali cita-cita mereka. Lalu setelah menulis cita-cita, anak-anak diajak untuk menempelkan harapan dan cita-cita mereka ke tempat yang sudah disediakan panitia, sembari menempelkan harapan mereka anak-anak diajak untuk menempelkan cap tangan mereka yang berwarna warni ke tempat yang sudah disediakan, anak-anak begitu antusias dengan kegiatan ini. Kami berharap dengan kedatangan kami pada Sanggar Merah Merdeka dapat memberikan kembali semangat, harapan dan warna yang indah pada kehidupan anak-anak kedepannya. (UKMK Universitas Airlangga)