Belajar Mengenal Rempah-Rempah

Rempah-rempah atau empon-empon memang tidak semua anak tahu bentuk, warna, dan rasanya. Untuk itulah kami diajak oleh kakak-kakak Sanggar Merah Merdeka mengenal lebih dekat tentang rempah-rempah. Sebenarnya acaranya adalah Mami Sehat (makan minum sehat), tapi diganti mengenal rempah. Menurut Mas Heru, rempah dan masakan itu erat kaitannya. Orang memasak pasti menggunakan rempah. Selain itu rempah juga bisa digunakan sebagai obat tradisional.

rempahAcara mengenal rempah ini diadakan di Kebun Bibit, daerah Bratang, kota Surabaya. Awalnya kami ngumpul dulu di sanggar, kemudian bersama-sama naik bemo yang sudah disediakan menuju ke Kebun Bibit. Aku dan rombonganku tiba duluan di Kebun Bibit. Sambil menunggu rombongan lain, aku dan teman-teman diabsen oleh kakak pendamping kami yaitu mbak Gresi. Setelah semua tiba di Kebun Bibit, dan dibagi sesuai kelompok masing-masing, kami memasuki area Kebun Bibit yang sangat ramai karena tepat hari Minggu.

Setelah mendapatkan arahan dari Mbak dan Mas pendamping, kami diharuskan untuk menyelesaikan beberapa tantangan dan pertanyaan seputar rempah. Di Pos Satu, kami harus menyelesaikan tantangan merasakan jamu yang dibuat dari rempah. Kami juga harus tahu jenis rempah apa jamu yang telah kami minum itu. Kemudian terpaksa kami juga harus mencicipi rempah-rempah yang ada untuk mencocokkan rasa yang telah kami minum. Aku dan teman-teman sampai mau muntah ketika yang kami minum pahit sekali.

Tapi dari situ kami jadi tahu ternyata ada bermacam macam rempah di Indonesia yang belum kita kenal. Ada Jahe, Kunir, Lengkuas, Kunci, Laos, Daun sirih, Daun Salam, dan masih banyak lagi yang tidak kami tahu, tetapi banyak sekali manfaatnya. Selain sebagai bumbu masakan, rempah-rempah bisa digunakan juga sebagai obat-obatan alami. Wah, pengalaman yang seru, kami jadi tahu macam rempah dan kegunaannya.

Di Pos Dua, aku dan teman-teman mendapat tugas mengisi lembar pertanyaan seputar hasil bumi di setiap daerah yang telah ditentukan. Kelompokku mencari hasil bumi dari daerah Madura, ternyata di Madura penghasil Garam. Kemudian
aku harus mencari pulau Madura dalam peta dan menancapkan paku tanda kelompokku sudah menjawab semua pertanyaan. Waktu mencari kota Madura di peta sulit sekali, karena berdesakan dengan kelompok lain yang mencari daerahnya masing-masing.

Di Pos Tiga ini anak-anak paling senang, karena kami menghias roti tawar berbentuk bundar dan harus kami hiasi dengan coklat. Anak-anak berebutan coklat cair untuk menghias, coklat malah meleleh kemana-mana. Tangan kami pun belepotan coklat itu, kemudian saya jilat enak juga. Akhirnya semua teman ikut-ikutan menjilati coklat yang ada di tangannya masing-masing.

Tanpa terasa waktu sudah siang, kami dan teman-teman harus berkumpul untuk belajar mengerti tentang kegiatan mengenal rempah-rempah. Kemudian dijelaskan oleh Mas Heru dan Mas Jolodong, kalau rempah-rempah itu adalah hasil bumi Indonesia yang harus dikembangkan dan dikenali. Karena jaman dahulu kala, rempah-rempah kita pernah menjadi rebutan bangsa asing. Untuk itu, kita generasi muda harus tahu dan menjaga semua hasil bumi kita, agar tidak diambil bangsa lain. Setelah mendapat pengarahan dari kakak-kakak sanggar, kami kemudian makan bersama nasi bungkus. Karena pada lapar semua, nasi bungkus termakan habis.

Setelah makan dan istirahat sejenak, kami diperbolehkan untuk bermain-main di area Kebun Bibit. Kami keliling melihat Rusa, burung-burung , dan bermain ayunan. Kami senang sekali, selain bermain, kami juga belajar banyak hal tentang hasil bumi yang sebelumnya tidak kami ketahui. Jam sudah menunjukan pukul Dua siang, itu berarti kami harus balik menuju angkot yang telah menjemput kami untuk pulang dan mempraktekan di rumah.

oleh Rohma dan Stevani