Berbagi Kasih dengan Korban Lumpur

Pada tanggal 29 Mei 2012 Sanggar Merah Merdeka berkesempatan mengikuti acara ruwatan di Porong, Sidoarjo dalam rangka memperingati 6 tahun tragedi Lumpur Lapindo. Dalam acara yang digelar oleh warga korban Lumpur Lapindo ini Sanggar Merah Merdeka berpartisipasi mengisi tarian “Itik Iwil” yang dipersembahkan oleh Dicky dkk yang berjumlah 10 anak.

berpose di pinggiran lumpur

Pada pukul 07.00 anak-anak dan beberapa pendamping berangkat menuju lokasi yang terletak di tanggul semburan lumpur. Setelah menunggu agak lama dikarenakan para peserta yang lain masih melakukan long-march, akhirnya pada sekitar pukul 09.00 rangkaian acara berupa peluncuran balon udara kertas, tari-tarian dari beberapa sanggar, dan penaburan bunga di lokasi semburan lumpur pun dimulai. Beberapa sanggar lain yang turut berpartisipasi dalam acara ini antara lain Sanggar Sahabat Anak (Malang), Sanggar Bocah Dolanan (Pare, Kediri), dan Sanggar Al Faz (Porong).

Sanggar Merah Merdeka berpartisipasi dalam acara ruwatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap warga korban Lumpur Lapindo yang sampai dengan saat ini masih terus berjuang menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap musibah semburan Lumpur Lapindo di Porong. Warga masih terus berjuang menuntut pemenuhan hak mereka untuk mendapatkan ganti rugi yang masih belum tuntas sampai dengan saat ini, padahal musibah ini sudah 6 tahun berlalu namun belum ada kejelasan.

Dengan penampilan anak-anak bersama para korban lumpur ini diharapkan anak-anak dapat berbela rasa dan memupuk rasa solidaritas terhadap sesama dan lingkungan. Anak-anak menjadi tahu bagaimana rasanya harus kehilangan rumah, anak-anak juga tahu bagaimana lumpur lapindo merusak alam. Dari rangkaian acara yang digelar itu, anak-anak juga diajak untuk belajar bagaimana para korban lapindo memperjuangkan hak-haknya yang diabaikan oleh pemerintah.

oleh Luciele