Cilik’anku Kreatif margo Dolanan (Hari Anak Nasional 2016)

Pada sore itu saya membantu Mbah Heru memindahkan barang ke Tales. Sesudah itu saya pulang ke sanggar untuk mandi. Setelah selesai mandi, saya kembali ke Tales bersama Natan. sesampai di sana saya bermain bakiak bersama Khosy. Kemudian saya masuk ke dalam pos untuk melihat TV bersama cucu Pak RT. Beberapa saat kemudian adzan pun berkumandang.

dsc_9928

Setelah adzan anak-anak kampung Tales mulai berdatangan. Kulihat  Manna dan Naily berjalan menuju di pos 4. Ternyata mereka menghampiriku dan menyapaku yang sudah datang lebih awal. setelah itu datanglah khosy yang ikut gabung dengan kami di dalam pos untuk melihat TV dengan anak-anak.

Beberapa jam kemudian lagu-lagu tradisional pun dimainkan. Saya mulai keluar bersama Khosy, Manna,  Naily dan anak-anak yang lain. Saya kaget di situ sudah banyak anak yang bermain. Ada yang lari-larian, ada juga yang main engkle. Padahal kakak-kakak sanggar belum selesai membuat engkle. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk di samping panggung bersama Fuad dan Septian.

Setelah itu saya dihampiri Hilal, saya berbicara penting di dalam pos. Waktu masih asik ngobrol bersama Hilal di dalam pos, Mbah Heru memanggil semua anak yang ikut pentas HAN2016 untuk diajak ngobrol. Dengan Mbah Heru ditanyai permainan yang akan kami mainkan nanti dan pukul 19:15 saya masuk kelompok untuk berdiskusi bersama.

Pukul 19:27 acara pun di mulai. Acara pembuka yaitu para relawan sanggar (kakak dan mbak-mbak sanggar) beserta Romo Wawan ikut tampil. Pertama saya tertawa melihat Romo Wawan memainkan jaran dari pelepah pisang dan Mas Edo menjadi teroris dengan memegang tembak dari pelepah pisang sampil lari-larian dikejar Mas Niko.

Setelah itu langsung dilanjut dengan lompat tali. Yang memainkannya kelompok anak-anak kecil. Setelah lompat tali selesai giliran kelompok saya maju ke depan. Permainan ke 2 itu adalah boi-boian. Saya bersama semua kelompok, kami melakukan berhopimpa untuk memilih siapa yang akan menjaga pertama kali. Ternyata yang jadi itu Fandy. Saat main saya merasa jengkel karena luka di kaki saya di injak terus sama anak-anak. Setelah permainan boi-boian Naili berdiri dan berbicara, “Rek.. Rekk…! Aku kape Moco Puisi!!.” Temen-temenku pun duduk mendengarkan Naili membaca puisi AKU DAN JADULKU.

Ibu-ibu juga ikut bermain engkle...

Ibu-ibu juga ikut bermain engkle…

Setelah selesai puisi permainan ke 3 yaitu engkle. Saya duduk di belakang panggung dan mendengarkan suara para remaja sanggar bernyanyi lagu dolanan. Setelah permainan engkle saya dipanggil oleh Dinda dan Dimas untuk main lagi. Saya maju ke depan panggung.

Permainan ke 4 adalah betengan. Yah kelompok saya koplak semua. Saya suruh semua untuk maju malah saya yang disuruh maju. Saya merasa pusing, kapok bermain bersama kelompok koplak itu. Tetapi kami mainnya seru, walau aku akhirnya yang harus mengalah. Setelah betengan permainan ke 5 adalah bor sebor. Yah anak kecil lagi yang main. Saya dan Dimas masuk ke dalam pos untuk mengambil kacang kulit. Sesudah itu saya keluar lagi ke depan untuk menggu acara selanjut nya. Setelah itu permainan yang bor slebor selesai tinggal permainan terakhir yaitu gobak sodor.

dsc_0007

Saat main gobak sodor saya merasa marah karena Fandy kelompokku tidak bisa main gobak sodor. Saya mencoba untuk berbicara kepada Fandy namun ia tak mendengarkan percakapanku. Aku tidak mengurus dia. Aku mengurus diri sendiri. Setelah permainan gobak sodor, Septian berdiri untuk berbicara, “Rekk… Reeekk…!! Aku Kapee Moco Puisi…” Temen-teman pun kembali duduk mendengarkan Septian membaca puisi PERMAINAN YANG HILANG. Setelah Septian membaca puisi anak-anak keluar dari panggung. Saya masuk ke dalam pos karena saya tidak tahan dengan rasa sakit di kaki. Sambil menahan sakit aku keluar lagi ke depan pos dan melihat mas Tri bermain gitar. Acara ditutup dengan lagu Tanah Air Beta Dan Indonesia Raya yang kami nyanyikan bersama semua yang ikut bermain.

Setelah penonton mulai pulang Mbah Heru mengkumpulkan anak-anak lagi untuk diberikan jajan, dibantu Mbak Nino yang membagikan jajan bungkusan kepada semua anak yang ikut pentas maupun tidak ikut pentas di bagi ke semua yang datang nasi dan jajan lalu mereka pun pulang karena sudah malam, sedangkan saya dan para remaja sanggar makan bersama di dalam pos 4.

dsc_9947

Sebelum pulang kami semua membersikan sampah-sampah dan tempat yang dibuat main oleh anak-anak yang pentas HAN. Setelah itu saya masuk ke dalam mobilnya Romo Wawan dan berdiam sejenak menahan rasa sakit di kakiku. setelah selesai smua aku, romo dan Mbak Liana langsung perjalanan pulang. Setelah sampai di sanggar saya langsung tidur di luar bersama mas Nico.

Oleh M. Mujianto