CINTA YANG TIMBUL DARI TUGAS SEKOLAH

Awalnya tujuan kami datang ke Sanggar Merah Merdeka hanyalah sebatas untuk menyelesaikan tugas dari sekolah. Namun seiring berjalannya waktu, pertemuan demi pertemuan, kami menemukan banyak pengalaman baru dan perasaan yang baru pula. Kami mulai merasa enjoy dengan keberadaan anak-anak Kampung Tales dan semakin merasa dekat.

Pertemuan pertama kami, sejujurnya, tidak berjalan dengan begitu lancar. Sudah terlambat hingga ditinggal saat pergi ke kampung. Setibanya kami di sana, kegiatan belajar sudah dimulai, ada beberapa dari kami yang ditempatkan di rumah yang sudah banyak pembinanya. Bahkan, pembina disana sudah berlima namun anaknya hanya empat.

Namun, saat pertemuan kedua, kami merasa lebih bebas. Anak-anak sudah lebih mengenal kami dan bahkan ada pula yang mencari salah satu angota yang saat itu tidak hadir dengan alasan kangen. Ada juga yang membicarakan salah satu anggota kami yang dirasa canggung dan kaku. Tapi berhubung pertemuan itu hanya diisi dengan permainan bersama, anak-anak dapat lebih terbuka terhadap kami yang sebenarnya kurang terbiasa dengan kegiatan semacam ini.

Kemudian, beberapa anak laki-laki di kelompok kami sempat menuruti permintaan anak-anak untuk menggendong dan membawa mereka berlari-lari. Lama-kelamaan, teman-teman kami kelelahan tapi anak-anak tidak berhenti meminta, bahkan sedikit memaksa sehingga kami harus menolak permintaan mereka dengan cukup “tegas” agar anak-anak tidak meminta digendong lagi. Ini bisa mencegah mereka agar tidak memiliki sifat manja dikemudian hari.

Pada akhir cerita, setelah tiga pertemuan wajib tersebut, banyak pelajaran yang kami dapatkan, diantaranya adalah peringatan untuk bersyukur, berbagi, dan bersabar. Tidak sedikit dari kami yang juga ingin kembali walaupun tanpa tuntutan tugas, karena meluangkan waktu sesekali untuk sesama memang sangat diperlukan sebagai mahkluk sosial. Pengalaman kami sungguh menyenangkan dan jika ada kesempatan, kami ingin kembali lagi. Terima kasih Sanggar Merah Merdeka atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami.

Caroline Natasha (Siswi SMAK St. Louis 1 Surabaya)