Dengan Ultah Sanggar, Aku Berproses

Serangkaian acara untuk ulang tahun Sanggar Merah Merdeka ke 13 berakhir sudah. Mulai dari pengobatan gratis Gigi dan Umum sampai dengan perayaan pentas seni anak-anak berjalan lancar. Sungguh luar biasa aku dapat menjadi bagian dari acara itu, aku dapat pelajaran dan ilmu baru di acara itu.

jesikaNamaku Jesika, aku masih sekolah kelas 3 SMA. Aku ikut di Sanggar Merah Merdeka mulai SMP. Aku sering terlibat di acara sanggar meski hanya bantu-bantu. Dan seperti biasanya, ketika ada acara di sanggar, kami yang masih sekolah SMP dan SMA selalu dilibatkan agar dapat belajar. Seperti halnya Ultah Sanggar kali ini, aku dipilih untuk menjadi Ketua Panitia. Saat menjadi Ketua Panitia, aku harus memimpin setiap rapat. Awalnya aku masih canggung mau bicara apa dan bagaimana. Namun, setelah kakak-kakak di sanggar terus mendukung dan membantuku.

Menjelang acara Ultah Sanggar di Gedung Perintis, aku gugup, bingung, nervous, karena pada susunan acara Ketua Panitia harus memberi sambutan. Aku tidak tahu harus ngomong apa untuk sambutan itu. Akhirnya kekawatiranku sedikit terbantu dengan bantuan Mbak Luciele dan Rm.Wawan yang membantu merangkai kata-kata untuk sambutan.

Akhirnya malam itu pun tiba, Mbak Ocie yang saat itu menjadi MC memanggil Ketua Panitia untuk memberikan sambutan. Aku naik keatas panggung, kupaksakan bibir untuk tersenyum dan “Bismillah”, tangan gemetar dan salah ngomong. Hmm… untuk pertama kalinya memberi sambutan dihadapan orang yang begitu banyak. Bikin jantung mau copot! Selesai memberi sambutan, ada perasaan bangga, lega, seneng bercampur jadi satu.

Acara pun berjalan dengan lancar dan sukses. Suatu kebanggaan tersendiri buatku dapat mengetuai rangkaian acara Ultah Sanggar Merah Merdeka. Terimakasih buat teman-teman panitia lainya yang selalu mendukungku, dan maaf bila ada kesalahan yang aku sengaja maupun tidak disengaja.

Selamat Ulang Tahun, “Bersama Sanggar Merah Merdeka, kita cintai anak-anak.”

oleh Jesika