Expo Misi Awam

Persiapan sudah matang, keperluan untuk kegiatan Expo Misi Awam sudah terpenuhi. Hasil karya anak-anak, Buletin, dan tampilan permainan Jimbe sudah dipersiapkan masing-masing pendamping sanggar yang bertugas menanganinya. Expo Misi Awam ini dilaksanakan pada Tgl 20-21 Oktober 2012 di Halaman Gereja Kristus Raja. Hari Sabtu, beberapa relawan menata dan mendekor stand yang telah disediakan panitia bersama dengan divisi atau kelompok lain yang satu misi dalam berbagai pelayanan. Foto-foto dan visi misi sanggar menjadi bagian penting yang harus kami pajang, agar dapat terbaca oleh orang-orang yang mengunjungi stand kami.

Anak-anak sanggar menyajikan permainan jimbe

Sekitar jam 5 sore, stand-stand expo sudah siap, kita di stand Sanggar Merah Merdeka juga sudah siap menyambut orang-orang yang akan mampir ke stand kami. Sehabis misa, orang-orang mulai bergilir ke berbagai stand yang ada. Tampak pula rekan-rekan sanggar membagikan buletin dan stiker kepada orang-orang yang ada disekitarnya.

Stand kami mulai banyak didatangi, mereka pada ingin tahu apa saja yang dipamerkan. Ada yang melihat-lihat foto sanggar, ada juga yang bertanya tentang kegiatan di sanggar apa saja. Disisi lain, tampak berjubel dimeja hasil karya anak-anak berupa hiasan dari kain flannel dalam bentuk gantungan kunci, dompet, tempat hp, dan pigora foto. Ada yang hanya melihat-lihat, dan ada pula yang membeli beberapa karena bentuknya lucu-lucu. Setelah stand sepi, kami juga bergantian melihat stand-stand lain. Ternyata banyak hal yang menarik dan banyak ragam kelompok sosial yang tidak kami ketahui.

Pada hari Minggu Pagi ada dua misa yang dipimpin langsung oleh Rm.M. Rudy Hermawan CM. Kita juga melakukan hal sama, menunggu orang-orang habis misa yang datang ke stand kami untuk memberikan info seputar kegiatan sanggar. Stand kami pagi itu cukup ramai, anak-anak menyambut orang-orang yang mampir ke stand kami dengan genderang jimbe. Mungkin karena dalam kotbahnya, Rm. M. Rudy Hermawan, C.M , banyak menceritakan maksud dan tujuan didirikannya Sanggar Merah Merdeka. Bagaimana anak-anak yang kurang belaian kasih dan sapaan kasih ini harusnya diperlakukan sama sebagai anak. Hak-hak mereka sebagai anak harus diperjuangkan meski kehidupan keseharian anak-anak ini kurang begitu beruntung.

Setelah istirahat siang, kami menunggu Misa Sore. Kelihatannya Misa Sore sepi, tapi anak-anak tetap datang menghibur orang-orang dengan permainan jimbe dan dikumandangkan pula lagu-lagu anak seperti Balonku ada lima, Bintang kecil, dan Heli. Para penabuh Jimbe ini dimainkan oleh Rosi, Temon, Dicki, Ismail, Adre, Bagus, dan Rahmad yang sudah mempersiapkan tampilan mereka ini dengan sungguh. Tak ketinggalan pula anak-anak perempuan yang terdiri dari May, Lia, Indah, Anisa, dan Dia menampilkan tariannya.

Tarian anak-anak sanggar

Banyak dari mereka yang hadir terkagum dan terkesima dengan permainan anak-anak sanggar. Mereka tidak menyangka anak-anak pinggiran ini punya bakat minat yang begitu mengesankan. Ternyata, siapa pun anak itu, kalau dididik dan disalurkan bakat minatnya akan menjadi lebih baik dan berarti. Dan setiap anak tentu punya kecerdasan masing-masing, jangan paksa mereka menurut kehendak orang dewasa, mereka punya dunia sendiri.

Cintailah anak-anak, maka dunia akan semarak dengan kasih.

oleh Krisdiantoro