Kepekaan Menghasilkan Pembelajaran Yang Sangat Berharga

Saya pertama kali mengenal Sanggar Merah Merdeka dari Pak Wahyu. Saat itu, Pak Wahyu mengajak saya berkunjung ke sanggar untuk berbincang dengan RomoWawan dan Mas Heru. Setelah beberapa saat berbincang, saya diajak oleh Mas Heru untuk mengunjungi Kampung Tales dan melihat kegiatan yang dilakukan oleh relawan sanggar. Sesampainya di sana, saya begitu terkesima melihat anak-anak yang belajar bersama dengan relawan. Mereka tampak begitu antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Setiap anak saling mengajukan pertanyaan kepada relawan pengajar. Mereka semua tampak sebagai anak yang aktif dan percaya diri. Pemandangan ini membuat saya tertarik untuk lebih mengenal sanggar.

Setelah saya tanya lebih lanjut, ternyata fokus utama dari kegiatan sanggar bukanlah memberikan pengajaran akademik kepada anak-anak. Kegiatan tersebut merupakan media untuk memberikan pengajaran yang lebih besar daripada sekedar akademik. Hal-hal utama yang diajarkan oleh sanggar adalah lebih pada pengajaran kehidupan, seperti sopan santun, menghargai sesama, dan kepedulian kepada lingkungan. Sanggar berusaha untuk mengajak warga kampung bersama-sama untuk mengembangkan diri. Mendengar hal ini membuat saya semakin bertanya-tanya mengenai bagaimana cara sanggar dapat melakukan hal-hal tersebut. Dengan rasa penasaran yang besar saya memutuskan untuk mencoba ikut dalam kegiatan-kegiatan sanggar.

 

Setelah hari itu, saya beberapa kali mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh sanggar. Selama kegiatan-kegiatan tersebut, saya merasa sangat diterima. Setiap relawan dan juga anak-anak didiknya sangat terbuka. Mereka mau menerima siapa pun yang hadir dengan sangat ramah. Kami banyak bercerita, bercanda, dan juga bertukar pikiran. Melalui kegiatan semacam inilah saya akhirnya berproses dan mendapatkan banyak pengalaman baru.

 

Pada suatu kesempatan saya sempat berbincang dengan Mas Heru. Salah satu pernyataan dari Mas Heru yang sangat saya ingat saat itu adalah, ”Dalam proses kegiatan ini, sebenernya tidak cuma warga Tales yang dapat pembelajaran. Malahan sebenarnya kita orang-orang sanggar yang banyak belajar dari mereka.” Pernyataan ini membuat saya sadar bahwa selama beberapa kali ikut kegiatan, saya pun mendapatkan pembelajaran baru. Mulai dari hal yang kaitannya dengan mengajar, seperti mengelola anak-anak yang belajar dan juga menyampaikan materi. Hingga pembelajaran dalam hal kehidupan, seperti cara berinteraksi dengan orang lain, menghargai orang lain, dan saling toleransi antara sesama manusia.

 

Pembelajaran-pembelajaran tersebut merupakan hal-hal kecil yang sebenarnya kita temui sehari-hari. Akan tetapi, kesibukan membuat kita banyak melewatkan hal tersebut. Kita hanya berfokus untuk mencapai hal yang kita inginkan, tetapi tidak sadar akan hal-hal baru yang kita temui setiap saat. Mengikuti kegiatan dan diskusi dengan relawan sanggar memunculkan suatu pemikiran baru dalam diri saya yaitu Kepekaan Dapat Menghasilkan Pembelajaran Yang Berharga. Tanpa adanya kepekaan terhadap lingkungan, kita tidak akan mampu untuk menyerap pembelajaran-pembelajaran yang diberikan oleh lingkungan.

 

Setiap hal dalam kegiatan sehari-hari merupakan suatu pembelajaran untuk mengembangkan diri. Tugas kita hanyalah dapat lebih peka terhadap hal tersebut dan mau untuk menerima pembelajaran tersebut.

 

Happy Cahaya Mulya

Mahasiswa S2 Psikologi Unair