Kesederhanaan Untuk Meraih Cita-cita

Awalnya kami datang ke Sanggar Merah Merdeka untuk kegiatan service learning yang di tugaskan dosen filsafat manusia pada kami. Walaupun kami termasuk orang baru disana,  kami disambut dengan baik disana. Kami berada disana selama 7 hari.

 

Hari pertama kami berkumpul terlebih dahulu dengan para relawan lainnya. Kita mengobrol, berkenalan, dan cerita bersama. Saat waktu menunjukkan jam 19.00 waktunya kita pergi ke tempat anak-anak yang berada di Kampung Tales. Saat pertama kali melihat tempat tersebut kami sedikit terkejut karena tidak sesuai dengan ekspetasi kami.

 

Disaat itulah kami merasa harus lebih mensyukuri apa yang kami punya sekarang ini, dan mensyukuri apa yang Tuhan berikan pada kami. Beberapa menit kemudian kami dibagi menjadi 2 kelompok,  ada yang mengajar di salah satu rumah warga bernama Bu Tatik yang dijadikan sebagai tempat untuk mengajar anak-anak kleas 3-4 SD, dan ada yang ikut mengajar anak TK-SD kelas 2 di pos.  Anak-anak tersebut belajar dengan giat dan antusias apa yang diajarkan para relawan meskipun terdapat beberapa anak yang bisa dibilang tidak mudah diatur.

 

Kami mulai mencoba mengajari anak-anak, pertama anak-anak malu dan tidak mau tetapi beberapa menit kemudian akhirnya mau untuk dibantu. Bahkan ada beberapa anak TK yang bertingkah lucu,  mereka mengajak bermain dan bersembunyi di dalam tong sampah kosong yang sudah mereka buat. Setelah waktu menunjukkan pukul 20.30 kita kembali ke sanggar untuk berkumpul dengan para relawan lainnya untuk melakukan evaluasi. Begitulah dengan hari-hari berikutnya, walaupun bisa dibilang cuaca selalu agak tidak mendukung,  tapi kami tetap semangat untuk datang ke sanggar.

 

Selama beberapa hari disana kita bermain dan belajar dengan anak-anak, bagaimana menjadi seorang guru yang baik buat mereka, serta bagaimana kami dapat bermanfaat dan membantu mereka. Melihat senyum dan antusias anak-anak belajar di Kampung Tales membuat kami kagum dengan kesederhanaan yang mereka punya untuk meraih cita-cita mereka. Saya dan teman-teman merasa sangat berterima kasih dengan para relawan yang sudah seperti keluarga baru bagi kami, yang mau membantu kami dan memberi masukan agar lebih baik ke depannya. Kami mendapatkan nilai kehidupan serta pengalaman yang tidak dapat tergantikan. Kami mohon maaf bila ada salah kata dan perbuatan yang disengaja dan tidak sengaja yang menyinggung atau menyakiti hati para relawan.

 

Mahasiswa jurusan Akuntansi, Universitas Widya Mandala Surabaya