LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)

Kali ini saya berkesempatan untuk mewakili sekolah SMP Binataruna untuk mengikuti kegiatan LDKS se-kota Surabaya kira-kira ada 703 siswa dari berbagai sekolah .

 

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, tetapi sebelum acara pembukaan semua siswa dibagi menjadi beberapa peleton (kelompok) dan saya mendapat peleton 4.  Upacara pembukaan LDKS dimulai dan aku merasa semangat saat mengikuti upacara tersebut. Akan tetapi entah mengapa saat sesudah mengikuti upacara saya merasa lelah dan capek. Mungkin karena panas dan lamanya upacara pembukaan. Meskipun merasa lelah dan capek aku tetap semangat karena aku mendapat teman kenalan yang baru.

 

Usai upacara semua siswa masuk ke gedung Mandalika untuk diberi pengarahan jadwal kegiatan selama mengikuti LDKS dan dengan aturan yang harus ditaati setiap siswa. Awal kegiatan kami diajak untuk belajar “menyusun proposal kegiatan”. tetapi saat dijelaskan tentang materi tersebut aku merasa sangat bingung, karena aku baru pertama kali mengikuti LDKS dan ditugaskan untuk mewakili ketua OSIS Sekolah. Usai materi tersebut dijelaskan, saya dan teman–teman laki-laki satu peleton diajak menuju tempat peristirahatan. Untuk yang beragama muslim disuruh sholat, sedangkan saya dan teman-teman yang tidak beragama muslim disuruh menunggu sambil beristirahat.

 

Sore hari pun tiba, saya bersama seluruh siswa LDKS berkumpul lagi di gedung Mandalika. Materi yang akan dijelaskan adalah pembuatan program kerja dan dilanjutkan dengan materi “permasalahan ke-OSIS-an”. Dari kedua materi tersebut aku hanya sedikit paham tentang ke-OSIS-an kerena juga baru diikutkan menjadi OSIS dan tiba-tiba di minta mewakili OSIS SMP Binataruna.

 

Waktu untuk mandi telah tiba. Saat akan mandi semua siswa diminta mengantri dan antrianpun sangat panjang sehingga beberapa dari mereka terpaksa tidak mandi termasuk aku heee… heeee…., karena waktunya tidak cukup. Selesai mandi semua peleton disuruh baris di GOR untuk makan malam. Waktu makan aku merasa kaget karena kami makan hanya diberi waktu 5 menit dan harus selesai.

 

Usai makan aku dan semua peleton disuruh baris di lapangan untuk mengikuti apel malam. Dari situ saja saya sudah merasa capek dan kakiku merasa linu semua karena tidak ada waktu untuk santai-santai. Setelah apel malam selesai saya dan seluruh pleton disuruh  memasuki gedung Mandalika untuk diberi bekal materi lagi yaitu “dasar kepemimpinan”

 

Tiba di malam pukul 20.00 WIB setelah materi selesai saya dan semua peleton disuruh kembali berbaris di lapangan karena akan dibina untuk uji mental. Ini yang saya rasa berat karena saat uji mental dimulai, saya hanya diam saja sedangkan yang lain merasa ketakutan. Saya diam karena sudah biasa jalan malam-malam sendirian tetapi aku merasa berat karena seharian tidak ada waktu untuk santai.

 

Tibalah di garis finish saya dan peleton 4 langsung memberikan kode/pesan yang telah disampaikan di awal start. Akhirnya saya beserta peleton berhasil lolos meskipun ada rasa lelah dan capek yang menghambat karena ada pepatah yang mengatakan “rasa lelah dan capek bukanlah menjadi masalah” yang terpenting adalah kerja sama tim dan kekompakan”.

 

Dengan mengikuti LDKS, saya mendapatkan banyak pengalaman baru, teman baru dan yang membuat sangat menarik yaitu saya dapat belajar berorganisasi dan saling bekerja sama tim maupun kekompakan. Di LDKS tidak ada yang namanya saling membedakan agama atau pun suku bangsa. Kami diajarkan untuk saling menghormati perbedaan Agama.

Sebelum pulang kami juga mendengarkan nasihat “ bacalah buku kalian, karena buku itu awal dari kesuksesan” itulah kata yang pelatih Alfian katakan. Yang dapat saya petik dan saya pahami adalah selalu belajar dan membaca buku, jika ingin sukses, “dengarkan dan hormatilah gurumu, saat memberikan materi di depan kelas” itulah nasehat kedua yang pelatih Alfian katakan. Dari kata-kata itu semoga saya bisa dapat melakukan dan laksanakan, yaitu selalu mendengarkan guru saat memberikan materi dan tidak melawan terhadap guru karna guru juga adalah orang tua kita sendiri saat di sekolah yang menggantikan orang tua kita di rumah. Semua kata-kata yang telah pelatih Alfian sampaikan, itu sangat bermanfaat bagi diriku karena jikalau tiada guru yang tidak membimbingku, maka aku tidak akan menjadi orang sukses nanti.

 

Imanuel Rudy Wicaksono

SMP Binataruna, Klas:VIII