Liburan ke Kota Malang

Kota Malang, membayangkan saja tentu sudah terasa sejuknya. Namun, sekarang bukan hanya membayangkan saja, tetapi saya bersama teman-teman kelas 6 akan pergi ke Malang bersama kakak-kakak yang SMP dan SMA. Rencananya kita disana akan menghadiri peresmian sanggar milik Sanggar Sahabat Anak di daerah Bandulan.

Anak-anak Sanggar Merah Merdeka menampilkan tarian…

Tepatnya Hari Sabtu, 28 Januari 2012, saya dan teman – teman sudah mempersiapkan diri apa saja yang harus dibawa. Saya sangat senang dan berdebar-debar, karena kita akan pergi ke Malang dengan Kereta Api. Sungguh hati tak terkira dan tak bisa membayangkan. Pukul 15.00WIB, saya bersama teman-teman menuju ke stasiun Wonokromo. Suara pengeras suara dari stasiun sudah memperingatkan semua penumpang agar bersiap-siap untuk yang jurusan ke Malang. Suara kereta api yang datang sungguh membuat teman-teman makin tak tenang. Setelah kereta berhenti, saya dan teman-teman terburu-buru menaiki gerbong kereta sesuai dengan tiket. Tut…tut…tut..terdengar suara bel kereta yang akan berangkat.

Dalam perjalanan, saya dan teman-teman menikmati pemandangan alam yang tidak saya temui di Surabaya. Karena waktu cukup lama,  teman-teman ada yang tidur dan bercanda. Kalau saya tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah di perjalanan. Pegunungan, sawah, sungai, dan bahkan saya sempat melihat lumpur lapindo yang hanya saya lihat ditelevisi. Setelah sekian lama, akhirnya saya dan teman-teman sampai di Stasiun Kota Baru Malang. Kemudian kita naik angkot dalam hujan yang deras, dan sampailah kita di rumah penginapan di daerah Langsep. Saya dan anak-anak takut sekali, kelihatannya seram sekali rumah itu. Setelah mandi, kita kumpul bersama untuk ditanyai Romo Wawan tentang persiapan UNAS kita. Anak-anak sudah siap, tetapi masih butuh belajar di sanggar agar kesiapan kami tambah baik.

Pagi-pagi sekali sekitar jam 04.00 WIB, kami semua sudah bangun untuk jalan-jalan di perumahan Ijen. Kita berfoto-foto, bersenang-senang melepaskan rasa jengkel dan marah. Setelah jalan-jalan kita bersiap untuk pergi ke acara peresmian Sanggar Sahabat Anak. Kita dari penginapan berjalan kaki menuju tempat sanggar. Awalnya perjalanan biasa saja, tetapi tiba-tiba kami dikagetkan jalan pintas menuju sanggar sangat menantang. Naik turun dan berkelok, hingga pada tepi sungai dan kita harus menyeberangi jembatan dari bambu yang tidak ada pegangannya. Wow, rasanya jantungku berdebardebar. Kita kemudian dibantu oleh teman-teman dari Sangar Sahabat Anak untuk menyeberang.

Sampailah kita di Sanggar Sahabat Anak. Disana kita langsung disambut dengan akrab teman-teman dari sanggar dan kita juga bertemu dengan teman-teman dari sanggar lainnya. Acara pun dimulai, teman-teman dari berbagai sanggar menunjukkan kebolehannya menyannyi dan menari. Kita dari Sanggar Merah Merdeka juga tidak mau kalah, kita menari Dua kali dan menyanyi mars sanggar bersama mbak-mbaknya yang SMP dan SMA. Sebelum acara selesai, kita minta ijin duluan karena harus segera persiapan pulang sesuai dengan jadwal kereta api. Akhirnya kita pulang ke Surabaya dengan Kereta Api lagi. Di perjalanan tidak henti-hentinya kita bercanda dan bernyanyi. Mudah-mudahan sehabis liburan ke Malang, saya dan teman-teman bisa tenang menghadapi ujian.

Post navigation