Ujianku Perjuanganku

Ujian sekolah sudah didepan mata, tanggal 03-10-2012 aku akan menghadapi ujian Ujian Akhir Semester (UAS) dan ujian diagnostik. Aku cukup memikirkan ujianku, bagaimana caranya agar nilaiku bagus. Hari yang ditunggu pun tiba, Senin 03 Desember aku ulangan Agama dan IPA. Pada saat ulangan Agama aku sedikit lega bisa mengerjakan dengan baik, namun untuk ulangan IPA aku merasa sangat kesulitan sekali waktu mengerjakan soal-soalnya. Karena pada dasarnya aku kurang menyukai pelajaran IPA, banyak yang harus dihapalkan.

Rochma

Rochma

Pada hari Selasa aku ulangan Matematika dan Bahasa Inggris. Untuk ujian Matematika aku agak kesulitan, menghapal rumus yang agak susah, tetapi untungnya ada yang dapat aku kerjakan. Untuk ujian Bahasa Inggris, aku kesulitan sekali, belum hafal arti kata dan rumusnya juga, makanya aku tidak suka Bahasa Inggris, aku benci pelajaran itu. Setelah ujian selesai, kita pada istirahat dan pada ngerumpi soal-soal yang baru kita kerjakan. Aku kembali mengoreksi jawabanku, ternyata banyak yang salah. Dan benar, aku dipanggil Pak Guru, diberi tahu kalau nilai Matematikaku 65. Walau begitu aku tetap senang, karena aku menganggap soalnya sulit. Semoga aku dapat nilai yang lebih di ujian mendatang.

Pada hari Rabunya aku ada tes Diagnostik, ujian langsung beserta cara-caranya yang dilakukan bersama teman-teman lain. Ujian diagnostiknya tidak begitu sulit, jadi aku agak lumayan bisa mengerjakannya. Ujian Diagnostik dan Ujian Akhir Semester sebenarnya tidak begitu sulit, tetapi terkadang aku suka meremehkannya sehingga kurang bisa mengerjakan. Ya ini pelajaran bagiku, selanjutnya aku ingin nilaiku bagus dan bisa menyenangkan orang tua.

Oh iya, aku punya cerita menarik seputar ujian, waktu itu ujiannya Bahasa Daerah dan IPS pelajaran yang menurutku dan teman-teman paling sulit. Semua pada tidak mengerti, semua teman tengak-tengok sambil mengambil buku di tas. Melihat anak-anak lain pada nyontek, aku juga ikut nyontek. Ya itu pengalaman nyontek pertamaku, rasanya jantung deg-degan, keringetan takut ketahuan guru penjaga ujian. Sebenarnya aku tidak ingin nyontek, tapi waktu Bahasa Daerah dan ada soal aksara jawa, aku tidak mengerti sama sekali. Aku berjanji tidak akan mengulangi nyontek lagi, kalau nyontek aku tidak akan pinter.

oleh Rochma