Kampung Edukasi dan Ramah Anak

Kampung Tales Wonokromo Surabaya merupakan kampung dekat Stasiun Wonokromo. Warga yang tinggal di kampung ini merupakan warga pendatang dari desa-desa di Jawa Timur, khususnya Madura. Mereka sudah lama tinggal dari generasi ke generasi.

 

Mereka terpaksa meninggalkan desanya karena tak punya tanah dan tidak sekolah sehingga untuk bertahan hidup harus pergi ke kota menjadi pekerja kasar, jadi pemulung, kuli bangunan, pedagang dan pekerja rumah tangga.

 

Dulu dekat stasiun Wonokromo banyak aktivitas remang-remang dan tukang pijat di malam hari. Aktivitas itu masih ada, tapi kecil. Agar aktivitas negatif itu tak menular ke kampung dan anak-anak, Sanggar memberikan perhatian penuh pada anak-anak dan warga kampung melalui pendidikan.

 

Anak-anak mendapatkan pendampingan belajar dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Sedangkan ibu-ibu mendapatkan pendampingan belajar pengelolaan ekonomi keluarga dan koperasi. Mereka belajar secara rutin.

 

Oleh karena itu, Kampus Ciputra Surabaya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Sanggar dengan melakukan kegiatan sosial. Mereka melakukan pengecatan fasilitas umum kampung, tembok rumah dan jalan paving. Kampung dipermak dengan cat warna warni agar anak-anak betah di kampung dan enak dibuat belajar dan bermain di luar rumah.

 

Mahasiswa Universitas Ciputra yang melakukan kegiatan di kampung Tales merupakan kelas Enterpreunership. Mereka mengusung jargon HOPE [House of Positive Environment]. Mereka melakukan ini pada tanggal 29 Oktober dan 5 November 2017.

 

Pada puncak acara, dilakukan pementasan Tari, Al Banjari, drama, pembacaan puisi dari anak-anak kampung Tales yang dikemas dalam hari sumpah pemuda. Serta ada Ustad yang memberikan ceramah. Beliau menyampaikan pentingnya membangun persatuan, persaudaraan dan solidaritas.

 

“Ia juga berpesan pada warga untuk menjaga hubungan baik antar warga, karena semua orang pasti butuh orang lain. Yang sudah dibersihkan dan ditata tolong di jaga. Mari kita jaga kampung yang ramah pada anak dan pada semua orang” ujar pak Ustad.

 

Surabaya, 6 November 2017
Mahrawi

Leave a Reply